Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Minim Kayu, Industri Mati Suri

Minim Kayu, Industri Mati Suri

JAMBI, KOMPAS.com — Minimnya ketersediaan kayu olahan di Jambi telah mengakibatkan banyak industri perkayuan mati suri. Saat ini, dari 104 izin industri perkayuan, tinggal 43 usaha yang masih aktif. Sebagian di antaranya juga tidak beroperasi rutin karena tidak mendapat pasokan kayu secara memadai.
"Sebagian besar pemilik usaha perkayuan tidak lagi beroperasi karena ketiadaan bahan baku," ujar Desneri Didirianti, Kepala Seksi Penatausahaan Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, dalamworkshop Penguatan Pemahaman Legalitas Parapihak Terhadap Sistem Verifikasi Legalitas Kayu, di Kota Jambi, Kamis (23/5/2013).
Desneri menyebutkan, banyak perusahaan pengolah kayu tidak memiliki areal penanaman kayu. Akibatnya, bahan baku sangat tergantung pada pasokan dari hutan rakyat. Sementara itu, luas hutan rakyat menyusut karena banyak pemilik lahan yang hanya ingin menebang pohon, tanpa melakukan penanaman kembali.
"Banyak pula dari areal yang berubah fungsi menjadi kebun sawit dan karet. Bahan baku menjadi tidak berkelanjutan, tidak ada peremajaan. Suatu saat pasokan kayu akan benar-benar habis," lanjutnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS