Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Liburan Ke Pulau Pari, Kepulauan Seribu


Mumpung ga pulang nih libur idul adha, ada kesempatan nih.JALAN-JALAN.untuk edisi libur kali ini,kita pengen menikmati pesona dan keindahan bawah laut di Pulau Seribu.Mumpung masih di Indonesia, karena begitu banyaknya objek wisata yang menarik, sampai-sampai kita bisa bingung mau kemana? orang-orang pada keluar negri jauh-jauh dan mahal buat jalan-jalan. Selagi dekat,murah dan kualitas yang tidak kalah bagusnya, kenapa harus jauh-jauh dan perlu budget tinggi.


Ya begitulah budaya baru orang Indonesia, ga kece kalo dalam negeri. Ibarat pepatah "Rumput Tetangga selalu tampak lebih Hijau".Seharusnya kita bangga dengan apa yang kita punya, orang lain saja bangga.Siapa lagi yang akan mengagung-agungkan wisata kita,kalo bukan kita sendiri.

Wah..tanpa panjang bercerita masalah wisata ya travelista.kita simak saja perjalanan saya ke Pulau Pari bersama Afdal dan Mirwan.


















Menjadi seorang pecinta jalan-jalan,bukan lah hal yang mudah apalagi dengan cara ngeteng.Butuh keberanian,kecerdasan dan keterampilan tersendiri.Misalnya nego harga atau tanya informasi tentang lokasi yang kita tuju.berwisata juga butuh budget yang tinggi,tapi tidak selalu.selagi kita mampu mengelola perjalaanan kita.Banyak orang berfikir panjang ketika ingin pergi berlibur,baik masalah budget,makanan dan tempat tinggal.menikmati objek wisata yang kita kunjungi punya cara berbeda satu sama lainnya.seperti naik gunung atau kepantai.jika kita kepantai, saat sunset maupun sun rise adalah moment yang ditunggu-tunggu.dan untuk mendapatkan moment yang sesaat itu tentu kita harus siap ditempat.Nah buat tempat yang jauh tentu saja kita harus menginap.

Perjalanan kami ini berangkat dari kos an di Bogor, menurut pengalaman banyak orang sebelumnya,kapal ke Pulau seribu terdia di pagi hari jam 7 an kalau kita naik dari Muara Angke jakarta.Bogor-Jakarta jaraknya lumayan jauh,telat berapa menit saja, Anda akan di tinggal kapal penyebrangan.Oleh krena itu kita jam 4 subuh udah stand by keluar dari kos an.dan enaknya tinggal di Boogor ya ini.Ankotnya 24 jam cuyn "kayak UGD aja".Sesampai di jakrta,nyambung angkot. Dua kali hingga tiba di pasar ikan,muara angke.namanya juga pasar tradisonal, aroma anyir ikan menyengat indera penciuman setiap orang yang memasuki kawasan ini.Ya inilah pengorbanan,perjuangan menuju Pulau pari dengan harga yang serendah-rendahnya.
Maunya sih ke Pulau pramuka,tetapi kita ketinggalan kapal cuma beberapa detik saja, mungkin inilah takdir yang meminta kita untuk ke pulau pari.tapi tidak masalah,dari pada nungu sampe jam 09.30 mending ke Pari aja.
Perjalan ke P.pari cukup lama sekitar satu jam.sekitar pukul 09.15 kami tiba di P.pari.hhhm rasa penat dan ngantuk pun hilang saat kita menginjakkan kaki di pulau yang berpasir putih ini.temen sayapun teringat akan kenalan lama pemilik homestay ketika dia berlibur kesana.tanpa berfikir panjang kami bergegas kesana.
Bernostalgia sembari mengingat kenalan lamanya, tidak sedikit nada-nada menawar itu muncul.Bapak pemilik perahu yang akan kami sewa tengah mengantarkan tamu lain untuk snorkeling.teman saya tidak asing lagi dengan spot-spot bagus di pulau ini, dan kami dia ajak ke Pantai Pasir Perawan.Keidahan pantai dengan pasir putih bak gadis perawan.membuat semua orang terkesima.Utuk menikmati objek wisata ini, kita hanya membayar retribusi sebesar Rp.4000,00 per orangny.Pantainya dipagari oleh sederet pohon mangrove dan ada sederetan perahu kecil sewaan untuk pengunjung.dan kami berfikir sepetinya spot ini cocok untuk tenda kami malam ini.jika kita mendirikan tenda disini bayar lagi Rp.10.000,00 per orangnya.

Setelah puas dengan spot ini,sembari menunggu siang sebelum snorkeling.kami sempatkan diri berjalan kaki keliling pulau.walaupun ada sepeda sewaan,tetapi terasa kurang menikmati kalau tidak jalan kaki,menyusuri pinggir pantai yang cantik ini.
Makan siang pun tiba.setelah makan siang kami bersiap untuk snorkeling melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan yang begitu beragam.Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan dan patut dicoba.kita menuju perahu dan turun laut sedikit ke tengah.harus diperhatikan bahwa,berenang di laut ga segampang yang kita kira.butuh kemampuan tubuh untuk menyeimbangkan tubuh dari goncangan ombak air laut.snorkeling tidak hanya satu spot saja,tetapi ada beberapa spot lainnya.



Setelah puas bemain dengan ikan-ikan yang cantik,kita bersiap untuk berkeliling ke pulau-pulau lainnya.pantas saja penduduk disini menyebut pulau seribu.memang banyak pulau-pulau kecilnya teman...bertiga di atas kapal nelayan ditambah seorang pemandu,cukup menegangkan juga..ombak yang cukup besar ditambah kapal yang kecil serasa ada uji adrenalin disana..



Malam segera menjelang,kamipun telah selesai mandi.perut kembali terasa lapar.segera kami kembali ke pantai pasir perawan untuk mendirikan tenda dan masak untuk makan malam.walaupun sederhana tapi sensapi sensasi tidur dan berkemah di atas pasir putih dan pinggir pantainya itu yang luar biasa.tidak hanya suara angin laut yang sepoi-sepoi,tetapi suara gitar dan suara anak-anak lainya yang ikut menhabiskan libur panjang mereka pun terdengar.malam itu pun tidak sesepi yang kita bayangkan..dua kaleng sarden ukuran kecil ditambah nasi putih yang kami beli telah habis disantap.perut kenyang matapun mengatuk..bagaimana tidak, semalam kami tidur hanya 2 jam saja,karena mengejar kereta paling pagi.tanpa banyak aktivitas dimalam hari,hanya sebentar main uno dan segelas cappucino kami pun tidur..



Tidak terasa,mataharipun mulai menampakkan diri dari peraduannya.pantai yang surut,membuat pasir putih semakin terliah menjauh ke arah tengah laut.setelah bangun kami pun bersiap-siap dan kembali mengemasi barang-barang untuk kembali ke dermaga.



Sesampai di dermaga,tak satupun kapal yang akan menyebrang.loket pun masih tutup.karena kita berangkat ngeteng,tidak ada perahu sewaan yang siap menanti.tetapi kami harus mengantri demi mendapatkan tumpangan untuk sampai dimuara angke.sembari menunggu,kenalan lama yang menyewakan pearahu datang menghampiri kami dan bertanya terkait kapal kepulangan.Dan ternyata kita harus menunggu agar bisa naik kapan kerapau yang harga nyaR@.42.0000,00.walaupun sedikit mahal dibanding kapal kayu, tapi kecepatannya itu 2x lebih cepat dari kapal kayu.2 jam dengan kapan kayu, dapat ditempuh 1 jam oleh kapal kerapu.

Namun kali ini keberuntungan berada di pihak kami.kami mendapatkan tiket Kerapu walau harus menunggu 2jam.tapi tidak masalah yang penting happy.sebelum menuju angke kamipun diajak berkeliling ke pulau lain,untuk menjemput penumpang lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Koleksi-koleksi Museum Perjuangan Bogor yang Tak Ternilai

Siang itu, diakhir pekan kami berencana jalan-jalan namun dengan tema yang beda lagi. Biasanya pada naik gunung atau camping dipinggir pantai. Namun kali ini jalan-jalannya mengunjungi beberapa museum yang ada di Bogor.


Beginilah suasana di dalam museum dengan beragam koleksinya yang sangat unik, langka dan tak ternilai. menurut penjaga atau guide museum ini. seharusnya museum ini dikenal banyak orang, karena museum ini adalah museum tertua dan menjadi cikal bakal berdirinya museum-museum lain di Indonesia.

Semua Senjata yang ada didalam lemari ini masih asli, bahkan keasliannya sangat dijaga hingga sekarang. selain mempunyai makna sejarah, benda-benda ini juga memiliki nilai mistik. konon katanya senjata ini asli dari zaman peran dan adalah hasil rampasan dari sekutu.

ini adalah koleksi mata uang kuno dari zaman VOC, bahkan ada salah satu diantara kolesi ini merupakan uang tertua yang ada, dan tidak dimiliki oleh museum lain.

Selain ada koleksi barang-barang tempo dulu dan senjata, museum ini juga mencoba menghiduokan kembali suasana masa silam melalui sebuah replika kejadian yang memberi kesan hidup pada miniatur tersebut.


ini adalah kondisi lantai dua museum, dan menurut informasi dari guide mengatakan bahwa kondisi ini semakin buruk dengan adanya beberapa bagian atap museum mulai lepas. harapannya pemerintah lebih punya perhatian khusu terkait perawatan situs penting ini.

Beberapa foto tokoh kemerdekaan di pajang di dinding


Lemari ini berisi dokumen dokumen penting dan belum ada yang berani membuka bahkan dilarang dibuka semenjak museum ini berdiri. Tak seorang pun tau apa isi dari masing masing dokumen..



konon katanya foto ini seakan melirik kemana kita pergi.dan memberi kesan hidup pada lukisan ini


ini adalah mesin foto kopi masa itu

Ini adalah benda antik yaitu telepon jaman dulu, yang masih dalam perkembangan awal dan jauh ketinggalan jika dinadingkan dengan alat komunikasi yang ada pada saat ini.

beberapa senjata yang digunakana saat melawean penjajah

ini lah yang paling mengesankan, baju ini sangat asli hingga saat ini. baju terlihat kecoklatan dan sebenarnya itu adalah darah pejuang yang telah mengering. konon katanya baju ini akan memperlihatkan warna darah yang lebih menyala apabila di foto..

















Ibarat kata mutiara mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya”. Bagaimana bisa kita menghargai jasa pahlawan tetapi kita sendiri tidak mengenal siapa pahlawan itu dan apa jasa-jasa besarnya. Maka dari itu penting buat kita generasi muda bahwa mengunjungi museum sebagai sarana meningkatkan rasa nasionalisme dan sikap menghargai jasa-jasa para pejuang bangsa ini. Tidak hanya itu, melihat perjuangan para pahlawan tempo dulu maka akan melahirkan semangat baru buat kita para generasi muda untuk mengejar cita-cita maupun hidup berbangsa dan bernegara.
Apalagi melihat situasi dan kondisi bangsa kita saat ini yang terpuruk akibat buruknya moral para pemimpin bangsa. Bangsa ini dijajah oleh pemimpin bangsanya sendiri. Berkaca pada sejarah, maka kita akan melihat dan merasakan semakin menipisnya rasa nasionalisme para pemimpin bangsa kita ini. Pemimpin mana yang mau mengorbankan nasib kepentingan orang banyak diatas kepentingannya sendiri kalau bukan pemimpin saat ini.
 Sayang saja jika sudah masuk akhir masa pendidikan di Bogor, tetapi belum mengunjungi tempat-tempat yang ada di Bogor.
Lebih dari sekedar museum biasa, museum ini mempunyai banyak nilai sejarah maupun nilai edukasi.Museum Perjuangan Bogor didirikan tahun 1957, menyimpan bermacam-macam benda-benda dari senapan yang dipergunakan oleh pejuang, maupun senapan rampasan dari Jepang dan Inggris serta dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan pertemuan di daerah Bogor dan sekitarnya.


Latar Belakang dan Sejarah Museum Perjuangan Bogor didirikan atas hasil musyawarah para tokoh pejuang Bogor dengan maksud untuk mewariskan semangat dan jiwa juang serta nilai-nila 45 kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Gedung ini dibangun pada tahun 1879 milik seorang pengusaha Belanda yang bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Gedung ini diantaranya digunakan sebagai tempat pergerakan nasional pada tahun 1935, tahun 1942 sebagai gudang oleh tentara Jepang untuk menyimpan barang-barang milik intermiran Belanda, dan juga digunakan untuk menyambut dan mempertahankan kemerdekaan RI pada tahun 1945. Pada tanggal 20 Mei 1958 gedung ini dihibahkan dari pemiliknya yang terakhir yaitu Umar Bin Usman Albawahab menjadi Museum Perjuangan Bogor. Koleksi Koleksi museum terdiri dari macam-macam senjata tradisonal dan moderen, mata uang.
Beberapa koleksi yang ada di Museum perjuangan

Fasilitas Ruang pameran tetap, Ruang auditorium, Ruang Penyimpanan koleksi, Ruang administrasi, Toilet dan Peralatan dokumentasi.
Alamat: Jalan Merdeka No.56, Bogor, Jawa Barat Telepon: 0251- 9135879 Faks: 0251- 326377 
Jadwal Kunjungan Sabtu s.d. Kamis, Pukul 09.00-14.00, jumat hari libur. Harga Tiket Dewasa =Rp.3.000,00 Anak-anak =Rp 3.000,00 Rombongan =Discount 20 %
Museum Perjuangan Bogor (MPB) Menyimpan bukti bukti sejarah perjuangan sebelum kemerdekaan di Bogor. Dalam gedung bertingkat dua ini juga tersimpan catatan sejarah perjuangan di Bogor serta sejarah gugurnya pahlawan-pahlawan dari Bogor. Yaitu, Kapten Muslihat, dan Mayor Oking Djaja Atmaja yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan di Bogor.
Museum yang terletak di Jalan Merdeka Bogor ini berada di Pusat Kota Bogor. Dikelilingi oleh jalan-jalan yang memiliki latar belakang sejarah dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Gedung museum ini juga memiliki sejarah yang cukup unik. Dibangun pada tahun 1879, milik seorang pengusaha Belanda bernama Wilhem Gustaff Wissner. Pada tahun 1935, gedung ini dipakai sebagai markas pergerakan Nasional Melawan Belanda (Parindra), dan dikenal dengan nama Gedung Persaudaraan.

Pada tahun 1942, gedung tersebut dipakai untuk gudang penyimpanan barang-barang milik veteran Belanda oleh Pemerintah Jepang. Pada tahun 1945, gedung ini menjadi saksi mati sejarah yang melihat betapa gembiranya masyarakat Bogor mendengar Proklamasi dikumandangkan. Karena berpusat di gedung inilah masyarakat Bogor menyambut kemerdekaan Indonesia. Dalam catatan sejarahnya, gedung ini pernah pula menjadi kantor media massa "Gelora" pada tahun 1958. Bagi masyarakat Bogor maupun siapa saja yang tertarik untuk mengetahui bagaimana sejarah perjuangan kemerdekaan di Bogor, bisa mengunjungi gedung ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS