Siang itu, diakhir pekan kami berencana jalan-jalan namun dengan tema yang beda lagi. Biasanya pada naik gunung atau camping dipinggir pantai. Namun kali ini jalan-jalannya mengunjungi beberapa museum yang ada di Bogor.
Beginilah suasana di dalam museum dengan beragam koleksinya yang sangat unik, langka dan tak ternilai. menurut penjaga atau guide museum ini. seharusnya museum ini dikenal banyak orang, karena museum ini adalah museum tertua dan menjadi cikal bakal berdirinya museum-museum lain di Indonesia.
Semua Senjata yang ada didalam lemari ini masih asli, bahkan keasliannya sangat dijaga hingga sekarang. selain mempunyai makna sejarah, benda-benda ini juga memiliki nilai mistik. konon katanya senjata ini asli dari zaman peran dan adalah hasil rampasan dari sekutu.
ini adalah koleksi mata uang kuno dari zaman VOC, bahkan ada salah satu diantara kolesi ini merupakan uang tertua yang ada, dan tidak dimiliki oleh museum lain.
Selain ada koleksi barang-barang tempo dulu dan senjata, museum ini juga mencoba menghiduokan kembali suasana masa silam melalui sebuah replika kejadian yang memberi kesan hidup pada miniatur tersebut.
ini adalah kondisi lantai dua museum, dan menurut informasi dari guide mengatakan bahwa kondisi ini semakin buruk dengan adanya beberapa bagian atap museum mulai lepas. harapannya pemerintah lebih punya perhatian khusu terkait perawatan situs penting ini.
Beberapa foto tokoh kemerdekaan di pajang di dinding
Lemari ini berisi dokumen dokumen penting dan belum ada yang berani membuka bahkan dilarang dibuka semenjak museum ini berdiri. Tak seorang pun tau apa isi dari masing masing dokumen..
konon katanya foto ini seakan melirik kemana kita pergi.dan memberi kesan hidup pada lukisan ini
ini adalah mesin foto kopi masa itu
Ini adalah benda antik yaitu telepon jaman dulu, yang masih dalam perkembangan awal dan jauh ketinggalan jika dinadingkan dengan alat komunikasi yang ada pada saat ini.
beberapa senjata yang digunakana saat melawean penjajah
ini lah yang paling mengesankan, baju ini sangat asli hingga saat ini. baju terlihat kecoklatan dan sebenarnya itu adalah darah pejuang yang telah mengering. konon katanya baju ini akan memperlihatkan warna darah yang lebih menyala apabila di foto..
Ibarat kata mutiara mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya”. Bagaimana bisa kita menghargai jasa pahlawan tetapi kita sendiri tidak mengenal siapa pahlawan itu dan apa jasa-jasa besarnya. Maka dari itu penting buat kita generasi muda bahwa mengunjungi museum sebagai sarana meningkatkan rasa nasionalisme dan sikap menghargai jasa-jasa para pejuang bangsa ini. Tidak hanya itu, melihat perjuangan para pahlawan tempo dulu maka akan melahirkan semangat baru buat kita para generasi muda untuk mengejar cita-cita maupun hidup berbangsa dan bernegara.
Apalagi melihat situasi dan kondisi bangsa kita saat ini yang terpuruk akibat buruknya moral para pemimpin bangsa. Bangsa ini dijajah oleh pemimpin bangsanya sendiri. Berkaca pada sejarah, maka kita akan melihat dan merasakan semakin menipisnya rasa nasionalisme para pemimpin bangsa kita ini. Pemimpin mana yang mau mengorbankan nasib kepentingan orang banyak diatas kepentingannya sendiri kalau bukan pemimpin saat ini.
Sayang saja jika sudah masuk akhir masa pendidikan di Bogor, tetapi belum mengunjungi tempat-tempat yang ada di Bogor.
Lebih dari sekedar museum biasa, museum ini mempunyai banyak nilai sejarah maupun nilai edukasi.Museum Perjuangan Bogor didirikan tahun 1957, menyimpan bermacam-macam benda-benda dari senapan yang dipergunakan oleh pejuang, maupun senapan rampasan dari Jepang dan Inggris serta dilengkapi dengan diorama yang menggambarkan pertemuan di daerah Bogor dan sekitarnya.
Latar Belakang dan Sejarah Museum Perjuangan Bogor didirikan atas hasil musyawarah para tokoh pejuang Bogor dengan maksud untuk mewariskan semangat dan jiwa juang serta nilai-nila 45 kepada generasi sekarang dan yang akan datang. Gedung ini dibangun pada tahun 1879 milik seorang pengusaha Belanda yang bernama Wilhelm Gustaf Wissner. Gedung ini diantaranya digunakan sebagai tempat pergerakan nasional pada tahun 1935, tahun 1942 sebagai gudang oleh tentara Jepang untuk menyimpan barang-barang milik intermiran Belanda, dan juga digunakan untuk menyambut dan mempertahankan kemerdekaan RI pada tahun 1945. Pada tanggal 20 Mei 1958 gedung ini dihibahkan dari pemiliknya yang terakhir yaitu Umar Bin Usman Albawahab menjadi Museum Perjuangan Bogor. Koleksi Koleksi museum terdiri dari macam-macam senjata tradisonal dan moderen, mata uang.
Beberapa koleksi yang ada di Museum perjuangan
Fasilitas Ruang pameran tetap, Ruang auditorium, Ruang Penyimpanan koleksi, Ruang administrasi, Toilet dan Peralatan dokumentasi.
Alamat: Jalan Merdeka No.56, Bogor, Jawa Barat Telepon: 0251- 9135879 Faks: 0251- 326377
Jadwal Kunjungan Sabtu s.d. Kamis, Pukul 09.00-14.00, jumat hari libur. Harga Tiket Dewasa =Rp.3.000,00 Anak-anak =Rp 3.000,00 Rombongan =Discount 20 %
Museum Perjuangan Bogor (MPB) Menyimpan bukti bukti sejarah perjuangan sebelum kemerdekaan di Bogor. Dalam gedung bertingkat dua ini juga tersimpan catatan sejarah perjuangan di Bogor serta sejarah gugurnya pahlawan-pahlawan dari Bogor. Yaitu, Kapten Muslihat, dan Mayor Oking Djaja Atmaja yang namanya kini diabadikan menjadi nama jalan di Bogor.
Museum yang terletak di Jalan Merdeka Bogor ini berada di Pusat Kota Bogor. Dikelilingi oleh jalan-jalan yang memiliki latar belakang sejarah dalam perjuangan merebut kemerdekaan. Gedung museum ini juga memiliki sejarah yang cukup unik. Dibangun pada tahun 1879, milik seorang pengusaha Belanda bernama Wilhem Gustaff Wissner. Pada tahun 1935, gedung ini dipakai sebagai markas pergerakan Nasional Melawan Belanda (Parindra), dan dikenal dengan nama Gedung Persaudaraan.
Pada tahun 1942, gedung tersebut dipakai untuk gudang penyimpanan barang-barang milik veteran Belanda oleh Pemerintah Jepang. Pada tahun 1945, gedung ini menjadi saksi mati sejarah yang melihat betapa gembiranya masyarakat Bogor mendengar Proklamasi dikumandangkan. Karena berpusat di gedung inilah masyarakat Bogor menyambut kemerdekaan Indonesia. Dalam catatan sejarahnya, gedung ini pernah pula menjadi kantor media massa "Gelora" pada tahun 1958. Bagi masyarakat Bogor maupun siapa saja yang tertarik untuk mengetahui bagaimana sejarah perjuangan kemerdekaan di Bogor, bisa mengunjungi gedung ini.





































0 komentar:
Posting Komentar